![]() |
Jenis Film :Comedy | Fantasy | RomanceRingkasan
Diperankan Oleh :Greg Kinnear, Ricky Gervais
Film ini dibuka dengan karakter Frank (diperankan oleh Greg Kinnear) yang kena kecelakaan. Frank pun meninggal dunia dan berubah menjadi arwah gentayangan. Setahun kemudian, seorang dokter gigi yang sangat menyebalkan bernama Pincus meninggal sesaat selama tujuh menit setelah dibius total sebelum operasinya. Ketika Pincus kembali ke dunia orang hidup, ia menyadari bahwa kini ia memiliki panca indera keenam untuk melihat para arwah gentayangan. Para hantu ini jelas senang dengan kemampuan Pincus dan mendekatinya. Mereka berharap Pincus bisa membantu mereka menyelesaikan urusan mereka yang ‘belum selesai‘.
Sial bagi para hantu itu (dan juga bagi Pincus), Pincus adalah orang yang anti-sosial. Sebisa mungkin ia menghindari kontak dengan orang lain. Ia egois, hanya memikirkan dirinya sendiri, dan tidak segan mengorbankan orang lain asalkan ia bisa mendapatkan apa yang ia mau. Singkatnya, di layar sosoknya sangat layak untuk dibenci ketimbang diberi simpati. Pincus jelas merasa terganggu dengan munculnya para hantu yang ia anggap menganggu kehidupan pribadinya. Saat inilah Frank datang dan berjanji pada Pincus; ia cukup membantu menyelesaikan urusan Frank dan ia akan mengurus para hantu lainnya. Terjebak, Pincus terpaksa menyetujuinya. Permintaan Frank sederhana; Frank melihat istrinya Gwen akan menikah dengan pria penipu dan meminta Pincus membantu memisahkan keduanya. Komplikasi timbul ketika Pincus malahan kepincut dengan Gwen sehingga timbullah hubungan cinta segiempat antara mereka.
Entah kenapa saya jarang tertawa menonton Ghost Town. Saya tidak bermaksud mengatakan Ghost Town jelek atau membosankan, tetapi bagi saya film ini lebih tepat dikategorikan sebagai drama ketimbang komedi romantis. Tidak ada yang salah dengan penampilan para aktornya. Sebagai bukti Gervais tampil total untuk membuat kita sebal dengannya, persahabatan uniknya dengan Greg Kinnear juga cukup menarik untuk disimak. Tea Leonipun bukan artis kelas atas, tetapi wajahnya yang down-to-earth membuat film ini lebih real. Yang saya acungi jempol adalah pemilihan soundtracknya yang pas mengiringi suasana-suasana ceria tapi sendu sepanjang film.
Bila ada kekecewaan, itu mungkin pada beberapa adegan di mana Gervais berusaha menampilkan humor mengenai ras tetapi bagi saya justru terlihat sebagai penghinaan. Candaannya mengenai ras India dan Cina sama sekali tidak lucu dan sebagai seorang Chinese saya sejujurnya tersinggung dengan humor Gervais (padahal saya tahu kalau saya memiliki wawasan dan pandangan sense of humor yang cukup luas). Pun sebagai karakter Pincus mengalami beberapa perubahan drastis yang terlalu dipaksakan (ketika ia tahu-tahu jatuh cinta pada Gwen) dan kelamaan (proses per’tobat’annya makan waktu terlalu lama). Lepas dari kekurangan itu, Ghost Town memang berhasil menghadirkan beberapa adegan yang menyentuh tetapi tidak kelewat cengeng – tapi jangan harapkan sesuatu yang orisinil datang darinya.


0 comments:
Post a Comment